Halaman

Senin, 08 November 2021

JENIS DAN TEKNIK DALAM FOTOGRAFI


            Dunia fotografi semakin kesini semakin banyak peminatnya. Selain fotografi menggunakan kamera digital ataupun kamera smartphone. Didalam dunia fotografi, ada berbagai jenis fotografi yang dari zaman dulu hingga sekarang berkembang mengikuti majunya teknologi, berikut adalah beberapa jenis-jenis fotografi:

 

1.      Fotografi Landscape

Fotografi Landscape adalah jenis fotografi yang mengambil pemandangan alam. Jenis fotografi yang dapat dikombinasikan dengan manusia, hewan, dan lain sebagainya. Namun, yang menjadi fokus utamanya adalah keindahan alamnya, seperti foto perkotaan, foto pemandangan pegunugan, foto pemandangan laut, dan lain sebagainya.

 

2.      Fotografi Macro

Jenis fotografi yang pengambilan gambarnya dari jarak dekat dengan objek benda-benda kecil. Fotografer akan memotret objek tersebut menggunakan lensa macro agar hasilnya lebih tajam. Objek fotografi macro bisa berupa serangga, bunga, daun, dan lain sebagainya sehingga menghasilkan detail yang menarik.

 

3.      Fotografi Hitam Putih

Fotografi Hitam Putih adalah suatu aliran yang pengambilan gambarnya menghasilkan efek hitam putih. Walaupun saat pengambilan gambar berwarna, namun efek hitam putih sering digunakan untuk memberikan efek vintage.

 

4.      Fotografi Satwa

Fotografi Satwa adalah jenis fotografi yang memfokuskan objeknya pada hewan. Pengambilan gambar tersebut guna mengabadikan perilaku unik hewan tersebut hingga menghasilkan suatu karya yang menarik dan unik. Proses pengambilan biasanya dilakukan di alam terbuka seperti hutan, kebun binatang, dan lain sebagainya.

 

5.      Fotografi Model

Fotografi Model adalah jenis fotografi yang pengambilan gambarnya menggunakan objek manusia yang berpose, berekspresi, dan arah pandangnya diarahkan oleh fotografer. Fotografi Model biasanya digunakan untuk keperluan model fashion, model make up, dan lain sebagainya. Fotografi model untuk memberikan brand awareness kepada customer.

 

6.      Fotografi Tilt Shift

Jenis fotografi yang memiliki tujuan menghasilkan foto yang tampak seperti miniatur. Teknik tersebut menggunakan lensa khusus yang berguna memperbaiki perspektif dan mengatasi distorsi melalui proses pengubahan sudut lensa terhadap media.

 

 

 

 

7.      Fotografi Portrait

Fotografi Portrait adalah fotografi dengan objek foto berfokus pada manusia. Umumnya mata dari obyek tersebut menghadap kamera, sehingga memberikan kesan berkomunikasi antara obyek dengan fotografer. Fokus pengambilan gambar adalah ekspresi wajah obyek yang mengungkapkan persamaan, kepribadian, hingga perasaan seseorang.

 

8.      Fotografi Jalanan

Fotografi Jalanan adalah jenis aliran yang berfokus untuk mengabadikan momen klimaks. Biasanya obyek yang diambil adalah kegiatan sehari-hari. Dalam pengambilan gambar tersebut, fotografer harus mengambil gambar dari jarak dekat, namun fotografer berada diposisi yang jauh. Fotografer dituntut dapat mengambil gambar dengan cepat namun presisi.

 

9.      Fotografi Panning

Fotografi Panning adalah teknik pengambilan gambar dengan membekukan gerakan obyek. Biasanya mengambil gambar dengan obyek yang bergerak cepat, hal tersebut memberikan efek blur di background objek, namun fokus tajam pada obyek pengambilan gambar. Pengambilan gambar menggunakan shutter speed yang rendah.

 

10.  Fotografi Light Painting

Fotografi Light Painting, atau biasa yang disebut melukis dengan cahaya. Teknik light painting menggunakan shutter speed dan menggunakan long exposure, lalu mengambil gambar dalam kegelapan dan mengarahkan cahaya yang sudah terarah. Misal pada lampu flash ponsel pada beberapa titik obyek dalam rentang waktu tertentu.

 

Teknik-Teknik Fotografi

 

Fotografi adalah proses yang menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek. Di dalam fotografi, ada beberapa teknik yang harus dipelajari sebelum memotret objek, yaitu sebagai berikiut:

 

1.      Zooming

Zooming, yaitu teknik yang digunakan untuk membuat objek utama tampak jelas, sedangkan background nya tampak kabur/blur. Teknik ini bertujuan untuk mempertegas objek utama agar terlihat lebih mencolok. Zooming menggunakan kecepatan rana tidak lebih lebih dari 1/30 detik untuk menghasilkan kesan gerak.

 

2.      Teknik Panning

Teknik Panning, yaitu teknik yang membuat objek bergerak menjadi terlihat tajam dan objek diam terlihat kabur. Teknik ini akan mendapatkan hasil yang lebih maksimal jika mengikuti objek ketika membidik/memotret dengan speed rendah.

 

 

3.      Teknik Freezing

Teknik Freezing, yaitu teknik yang digunakan untuk memotret benda bergerak dengan kecepatan sangat tinggi. Pada teknik freezing ini objek dibuat seolah gerakannya membeku dan menghasilkan objek yang tampak tajam saat ia bergerak.

 

4.      Teknik Macro

Teknik Macro, yaitu teknik yang digunakan untuk memotret objek dengan jarak sangat dekat, sehingga objek akan terlihat membesar. Misalnya memotret bunga pada jarak dekat maka bunga tersebut akan terlihat lebih fokus dan membesar.

 

5.      Teknik Siluet

Teknik Siluet atau biasa disebut dengan bayangan, teknik siluet adalah teknik yang dilakukan dengan cara memotret objek yang menutupi cahaya sehingga ia diterangi dari belakang secara total dan objek akan terlihat bewarna hitam.

 

6.      Teknik Bulb

Teknik Bulb, yaitu teknik dilakukan dengan kecepatan rana yang diatur sesuai waktu diinginkan, dengan cara menahan tombol pelepas rana lebih lama, yang biasanya dapat digunakan kabel relase dan tripod.

 

7.      Field of View

Field of View, yaitu melihat objek dari ukuran jarak lensa ke objek. Adapun jenis- jenis objek seperti Extreme Close Up, Head Shot, Close Up, Medium Close Up, id Shot, Medium Shot, Full Shot, dan Long Shot.

8.      Sudut Pengambilan Gambar

Sudut pengambilan gambar, yaitu teknik yang digunakan pada saat memotret dengan melihat sudut pandang atau posisi kamera terhadap objek yang akan dibidik. Ada tiga sudut pandang gambar yaitu Bird eye, Eye level, dan Frog eye.

 

Demikian penjelasan mengenai pengertian fotografi, sejarah, jenis, dan teknik dalam memotret. Tidak menutup kemungkinan ilmu fotografi mengalami perkembangan mengikuti majunya teknologi, termasuk kecanggihan kamera.

VIDEOGRAFI


Mungkin kita sering mendengar istilah video. Namun bagaimana dengan istilah videografi? Videografi merupakan sebuah media yang digunakan untuk merekam kejadian atau momen yang kemudian akan dirangkum ke dalam satu gambar maupun suara. Kemudian hasilnya bisa kita nikmati dengan lebih menarik karena lebih seru, apalagi jika nanti diedit dengan bebrapa penambahan suara atau efek melalui aplikasi edit video.

 

Selain bertujuan untuk membuat video tersebut semakin menarik. Videografi digunakan untuk sebuah kajian maupun dibuat untuk kemudian dilihat di kemudian hari. Videografi sudah merambah ke semua kalangan dan sudah banyak digunakan sesuai dengan kepentingan atau keperluan masing-masing. Videografi juga ada yang dibuat secara individu dan tidak sedikit yang membuat videografi secara berkelompok.

 

Jumat, 05 November 2021

MOBILE EDITING


             Hobi edit foto banyak digemari karena menyenangkan dan artistik. Foto yang telah diedit dapat dibagikan di media sosial sehingga orang-orang dapat turut menikmati dan mengagumi hasilnya. Aktivitas edit foto juga dapat mengatasi bosan saat pandemi ini, terutama dengan adanya pandemi dinegara ini. Selain mengatasi bosan, edit foto dapat dijadikan ajang untuk mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus menambah keterampilan.

Jasa edit foto kini juga makin banyak dibutuhkan dengan berkembangnya era digital. Sebuah momen yang diabadikan dapat menjadi lebih spesial dengan tambahan nuansa artistik yang memperindah foto. Tak perlu repot, edit foto kini dapat dilakukan dengan praktis melalui ponsel Android dan iOS. Tentunya, untuk mengedit sebuah foto diperlukan aplikasi edit foto terbaik agar hasil foto semakin indah.

1.      Adobe Lightroom Adobe Lightroom

Memberikan fitur edit foto yang lengkap namun sederhana untuk fotografer profesional maupun pemula. Aplikasi edit foto ini memiliki fitur kamera bawaan yang dapat mengambil foto dalam format RAW melalui gawai Anda. Fitur filter dalam Adobe Lightroom mudah dan cepat digunakan untuk menyempurnakan foto dengan mengatur intensitas filter, kecerahan, bayangan, dan terutama spektrum warna. Adobe Lightroom gratis untuk diunduh dari Play Store dan App Store. Tetapi Anda harus membayar untuk mengakses fitur premium, seperti penyesuaian selektif dan koreksi perspektif.

Kelebihan:

·         Sinkronisasi yang mudah dan cepat.

·         Menangani dan memproses sejumlah besar foto sekaligus.

·         Lebih mudah untuk belajar dan menguasai berbagai pilihan yang ditawarkan.

·         Ada berbagai macam filter dan opsi siap pakai dan buatan komunitas yang Anda inginkan.

·         Tampilan antarmuka pengguna yang baik.

Kekurangan:

·         Fitur manajemen file agak rumit sehingga tidak sesuai dengan selera semua orang.

·         Tidak memberi banyak kendali atas penyesuaian detail foro.

2.      Adobe Photoshop Express

Aplikasi edit foto lain yang cukup populer adalah Adobe Photoshop Express. Tidak seperti banyak aplikasi foto lainnya, Photoshop Express menyertakan fungsi yang dapat membantu Anda mencapai opsi pengeditan yang lebih fleksibel. Jika Anda ingin mengedit dalam format RAW atau bahkan dalam format TIFF, Anda dapat melakukannya dengan aplikasi edit foto ini. Ada 45 filter yang tersedia, jadi, Anda bisa berkreasi seluas mungkin. Berbagi foto, mengubah ukuran gambar, dan memberi watermark adalah beberapa fitur lain yang berguna. Namun, dibandingkan dengan Adobe Lightroom, Photoshop Express jauh lebih lemah dan cakupannya terbatas.

Photoshop Express menawarkan pengeditan cepat, tetapi untuk nuansa yang lebih profesional, aplikasi Adobe Lightroom menyediakan lebih banyak opsi.

Kelebihan:

·         45 pilihan filter.

·         Tampilan antarmuka yang jelas.

·         Membuat kolase.

·         Menerapkan efek blur.

·         Personalisasi sesuai keinginan.

Kekurangan:

·         Banyak fitur memerlukan langganan Creative Cloud.

·         Opsi retouching yang lemah.

3.      Snapseed

Meskipun Snapseed bukan aplikasi edit foto yang memiliki banyak fitur, aplikasi ini cukup mudah digunakan dan bagus untuk pemula. Snapseed dikembangkan oleh Google dan menawarkan tampilan antarmuka yang ramah pengguna. Anda hanya perlu memilih gambar yang ingin Anda edit melalui sejumlah opsi filter atau Anda bahkan dapat menggunakan beberapa alat yang sangat berguna seperti alat Healing untuk menghapus elemen yang tidak diinginkan dari gambar atau bahkan Head Pose untuk mengubah tampilan kepala seseorang dalam potret tembakan.

Kelebihan:

·         Berbagai macam alat pengeditan yang sangat mudah digunakan.

·         Eksposur, warna, dan penyesuaian ketajaman.

·         Filter hitam & putih, vintage, dan tekstur.

·         Peningkatan kualitas foto.

·         Eksposur ganda, bingkai, dan teks.

Kekurangan:

·         Opsi penyimpanan foto tidak terlalu intuitif.

·         Integrasi jaringan sosial tidak terlalu jelas

EDITING

 


Pengertian Editing – 
Editing adalah sebuah proses menggerakan dan menata sebuah video shoot atau hasil rekaman gambar menjadi suatu rekaman gambar yang baru dan enak dilihat.

Secara umum pekerjaan ini berkaitan dengan proses pasca produksi seperti Titling, Colour Correction dan Sound Mixing.

Istilah editing ini sudah dikenal luas dan banyak orang memberi pemahaman sendiri tentang ini. Pekerjaan editing berkaitan dengan beberapa hal sebagai berikut :

  • Istilah editing sudah banyak orang mengerti dan memberi pemahaman sendiri. Dan pekerjaan editing sendiri berkaitan dengan Menata gambar, menambahkan dan memindahkan klip video atau audio.
  • Memberi sentuhan colour correction dan filter lainnya agar video lebih enak dilihat.
  • Membuat transisi antara klip yang satu dengan yang lainnya.

 

Pengertian Editing

 

Editing adalah proses menyambungkan gambar dari beberapa shoot tunggal hingga menjadi satu kesatuan cerita yang utuh. Seperti menulis cerita, sebuah shoot bisa dikatakan sebuah kata, kalimat dan scene dan squence adalah paragrafnya. Sebuah cerita akan utuh bila terdapat semua unsur-unsur tersebut, sama jugan dengan film.

Minggu, 31 Oktober 2021

TEKNIK DALAM VIDEOGRAFI

             


Jika Anda akan membuat video dalam bentuk film pendek maka shoting tentu menjadi bagian dari proses pengambilan gambarnya. Persiapan untuk membuat video atau film mencakup persiapan, pengetahuan, kemampuan.    

Pengetahuan tentang teknik shot tentu menjadi bagian penting juga.Teknik pengambilan gambar dalam videografi dibagi berdasarkan kategori sudut pengambilan gambar (Camera Angle) dan ukuran gambarnya. Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

Beberapa Teknik Pengambilan Gambar Video Berdasarkan Sudut Pengambilan Gambar atau Angle. Berdasarkan sudut pengambilan gambarnya, teknik syuting ada 7 macam yaitu:

 

1.      Frog Eye

Teknik shooting ini mengambil gambar dengan posisi kamera disejajarkan dengan bagian alas/bawah obyek dan posisinya lebih rendah dari dasar obyek. Hasilnya gambar yang diambil akan menjadi sangat besar. Subyek pengambil gambat menjasi serasa mengecil dan obyek gambar memiliki kesan agung, angkuh maupun kokoh.

 

2.      Low Angle

Merupakan pengambilan gambar dengan sudut arah bawah obyek yang memberikan kesan obyek membesar.

 

3.      Eye Level

Teknik ini mengambil posisi sejajar dengan obyek. Dengan teknik Eye Level maka gambar yang direkam menunjukkan tangkapan pandangan mata orang yang berdiri sejajar dengna obyek. Ketinggian dan besarnya obyek jadi sama dengan subjek dan disebut juga teknik normal shoot.

 

4.      High Angle

Teknik pengambilan gambar High Angle mengambil posisi di atas obyek. Hasilnya obyek shooting menjadi lebih kecil. Hasil gambarnya menjadi dramatis dan terkesan kerdil.

 

 

 

 

5.      Bird Eye

Teknik Bird Eye (mata burung) merupakan teknik shooting dengan memposisikan juru kamera di atas ketinggian dalam merekam obyek. Hasilnya gambar yang tampak akan menunjukkan lingkungan sekitar lebih luas. Benda-benda lainnya di sekitar obyek juga akan tampak dalam ukuran kecil.

 

6.      Slanted

Teknik shooting ini mengambil sudut yang tidak frontal dari depan ataupun dari samping obyek. Tapi mengambil sudut 45' terhadap obyek. Hasilnya obyek lain akan masuk dalam rekaman kamera.

 

7.      Over Shoulder

Teknik shooting ini mengambil gambar dari arah belakang bahu obyek. Akibatnya obyek hanya nampak bagian bahu atau kepalanya saja. Biasanya teknik ini dipakai untuk menunjukkan bahwa obyek sedang melihat sesuatu ataupun sedang berbincang-bincang.

 

SEJARAH VIDEOGRAFI



      

            Kehadiran videografi, tidak luput kaitannya dengan penemuan kamera fotografi dan film siluloid. Penemuan tersebut telah terjadi sekitar abad ke 16 hingga 17 silam, dimana asal mulanya dari sebuah kotak yang  dibuat menggunakan material kayu. Yang membuat kotak kayu tersebut menjadi spesial, lantaran ditemukan lensa obsscure yang terletak di salah satu bagian kotak tersebut. Lensa tersebut berupa lubang kecil, yang posisi berada tepat di tengah kotak.

Hasil videografi yang kita kenal, sebenarnya merupakan sebuah ilusi dari satu gambar tetap dari teknik videografi. Dimana satu gambar tetap tersebut, diberikan nama still picture. Oleh karenanya, ilusi yang dihasilkannya bukanlah sebuah gerakan. Kian tahun, perkembangan videografi pun mengalami perubahan yang cukup signifikan. Sebab saat itu suda ada film atau motion picture yang dilakukan penemu terkenal bernama Thomas Alva Edison.

 

1.      PENEMUAN VIDEOGRAFI

Saat itu beliau berhasil menciptakan kinetiscope, yang kemudian dilanjutkan oleh Lumiere bersaudara. Pada proses lanjutannya tersebut, saudara tersebut kemudian mengembangkan penemuan tersebut menjadi lebih baik. Hingga pada tanggal 28 Desember 1894, mereka berhasil menciptakan cinematografi. Penemuan tersebut menjadi alat canggih yang memproses film ataupun proyektor, menjadi sebuah satu kesatuan utuh tak terpisahkan.

Tidak berhenti sampai disana, sejarah videografi pun terus berjalan tanpa lelah. Perkembangannya semakin pesat, karena mendapatkan dukungan adanya perkembangan dan teknik videografi dalam dunia telekomunikasi. Pada akhirnya, teknologi canggih tersebut menghasilkan gambar bergerak yang sudah dikenal hingga saat ini. Perjalanan untuk mengembangkannya pun cukup panjang, dan sangat mengharukan.

SEJARAH FOTOGRAFI

        Pada abad ke-19, tepatnya di tahun 1839 merupakan tahun awal kelahiran fotografi. Pada tahun itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi dengan hasilnya berupa rekaman dua dimensi seperti yang terlihat oleh mata, sudah bisa dibuat permanen. Fotografi kian populer seiring dengan perkembangan teknologi. Kata fotografi berasal dari dua kata Yunani kuno, yaitu photo, yang artinya cahaya, dan graphos yang artinya untuk menggambar. Dengan begitu, secara harfiah bisa diartikan sebagai menggambar dengan cahaya. Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena camera obscura (The History of Photography karya Alma Davenport, terbitan University of New Mexico Press tahun 1991). Berabad-abad kemudian, banyak yang menyadari dan mengagumi fenomena ini, mulai dari Aristoteles di abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab, Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM yang berusaha menangkap fenomena ini ke dalam suatu alat, hingga pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia, Giambattista Della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.


Berbagai penelitian kembali dilakukan namun perkembangan berarti terjadi pada tahun 1824. Seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah imaji yang agak kabur. Ia melanjutkan percobaannya hingga pada tahun 1826 inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.

Penelitian demi penelitian terus berlanjut hingga pada tanggal 19 Agustus 1839, desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya. Sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas mercuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan air suling.

Daguerre sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma. Sejak saat itu fotografi kemudian berkembang dengan sangat cepat. Pada tahun 1880-an, di Amerika, George Eastman menempatkan rol film fleksibel di pasar. Dan pada tahun 1889 dia memperkenalkan kamera Kodak pertama dengan slogan, “Anda menekan tombol dan kami melakukan sisanya”. Di era ini, kamera mulai bisa digunakan fotografer untuk mengeksplorasi media baru dari sudut pandang kreatif, mencoba untuk menemukan potensi dan keterbatasan dan mendefinisikan fotografi sebagai bentuk seni.

Jumat, 29 Oktober 2021

Fotografi


 

Seringkali orang beranggapan bahwa mengambil sebuah foto merupakan hal yang sangat mudah, banyak yang menganggap bahwa mengambil foto itu hanya sekedar pencet tombol lalu jadilah sebuah foto yang bagus. Padahal dalam kenyataanya banyak sekali aspek yang harus dipelajari untuk dapat menghasilkan sebuah foto yang bagus. Nah, kali ini mari kita pahami bersama mengenai teknik-teknik fotografi.

Fotografi (dari bahasa Inggrisphotography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "photos": cahaya dan "grafo": melukis/menulis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat.

Prinsip fotografi adalah memfokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Berdasarkan pengertian fotografi di atas bisa disimpulkan bahwa fotografi merupakan aktivitas mengambil gambar melalui kamera untuk menghasilkan karya seni dan bisa dinikmati baik diri sendiri atau publik. Maka dari itu, fotografi memiliki banyak teknik yang bisa membantu dalam menghasilkan berbagai karya yang membuat orang tertarik untuk melihatnya. baca selengkapnya